Kepala Sekolah Yatutim Desak SLD Tanggung Jawab Pinjaman di Bank BRI: Pinjaman Mencapai Rp2 Miliar, Kami ini Korban
STORINTT – Puluhan kepala sekolah Yayasan Tunas Timur(YATUTIM) mendesak Soleman Lende Dappa atau SLD bertanggungjawab atas tunggakan pinjaman di Bank BRI Unit Elopada, Wewewa Timur, Sumba Barat Daya, NTT.
Permintaan itu disampaikan beberapa perwakilan kepala sekolah dalam konferensi pers, Sabtu(25/04/2026) di Alun-Alun Tambolaka.
Mereka mengaku telah dirugikan dengan perbuatan Ketua Yatutim yang selama ini menggunakan berbagai cara untuk kepentingan pribadi. Mereka juga membantah atas pernyataan SLD yang menyebut permohonan pinjaman bank atas kemauan dan permintaan guru-guru, termasuk kepala sekolah untuk membeli mobil.
Pengajuan pinjaman terjadi atas permintaan bantuan Soleman Lende Dappa yang membujuk para kepala sekolah dan guru-guru untuk menggadaikan SK mereka yang walau pun dalam SK mereka tidak tercantum nominal honor yang wajjb diterima. SLD meminta bantuan itu pasca disepakatinya kerja sama antara Bank BRI Unit Elopada dan Yatutim.
Bahkan, disebut pula ada salah satu kepala sekolah yang dilayani pencairan tanpa ada tanda tangan dari yang bersangkutan. Dalam dokumen pengajuan itu, hanya terdapat materai 10 ribu. Disebut juga, ada sopir yang disulap menjadi kepala sekolah dengan honor kurang lebih Rp2 juta demi mendapatkan pinjaman.