Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Adam Mone Komitmen SPPG Dapur Mandiri Supply Bahan Baku dari Petani Horti Untuk MBG

Ketua Yayasan Tana Manda Sumba, Adam Mone komitmen SPPG Dapur Mandiri Langgalero pasok bahan baku dari petani horti di Sumba Barat Daya untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis(MBG).(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Ketua Yayasan Tana Manda Sumba, Adam Mone komitmen SPPG Dapur Mandiri Langgalero pasok bahan baku dari petani horti di Sumba Barat Daya untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis(MBG).

Menurutnya, SPPG Dapur Mandiri akan mendistribusikan makanan terhadap 3.479 siswa di 10 sekolah yang berada di Kecamatan Kota Tambolaka.

Dengan jumlah siswa tersebut, SPPG Dapur Mandiri membutuhkan pasokan bahan baku yang banyak setiap hari.

Namun, untuk 10 hari pertama, SPPG Dapur Mandiri baru bisa melayani 2 ribu siswa karena masih dalam proses penyesuaian.

“Tentunya kita bangun kemitraan dengan petani untuk memasok kebutuhan bahan baku, ini juga sesuai petunjuk dari badan gizi untuk memanfaatkan pangan lokal. Dan kami berharap petani dspat menyediakan kebutuhan seperti wortel, buncis dan lain-lain termasuk ayam,” kata Adam Mone, Senin(18/08/2025).

Baca Juga  Keracunan Massal, 40 Dapur MBG Resmi Ditutup, Bagaimana Dengan Hasil LAB Dugaan Keracunan di Sumba Barat Daya

Disisi lain, Adam Mone menilai program MBG ini sebagai program mulia karena mempunyai tujuan untuk mempersiapkan SDM yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. Termasuk menyediakan lapangan kerja.

Dengan begitu, Adam Mone mengaku terpanggil untuk mengambil bagian dalam menyukseskan program tersebut di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Sementara untuk meyakinkan masyarakat, khususnya penerima manfaaf, SPPG Dapur Mandiri akan mengundang perwakilan guru, siswa dan orangtua murid untuk melihat langsung proses di dapur.

Baca Juga  Bupati Ratu Wulla Minta Kepala Desa Sosialisasikan Pentingnya Berangkat Kerja Sesuai Prosedur

Selain itu, untuk memastikan kesiapan petugas dapur, Adam Mone menyebut bahwa pihaknya terlebih dahulu telah melakukan pembekalan terhadap 47 orang relawan sebagai penjamah makanan.

“Kita bangun dapur dengan tertatih-tatih, tapi kami punya keyakinan karena kami punya niat baik. Besok kami akan MoU dengan sekolah-sekolah yang menjadi sasaran,” ucapnya.

“Setelah itu kami mengundang juga perwakilan guru, siswa dan orangtua murid, sehingga mereka bisa datang melihat secara langsung bagaimana proses di dapur, melihat alatnya dan SOP. Sehingga ketika terjadi sesuatu mereka juga bisa bercerita bahwa tidak seperti masyarakat umum bayangkan bahwa sudah dibangun dapur, bungkus-bungkus terus dibagikan,” tambahnya lagi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!