Buat Keributan, Diduga Ada yang Curi HP Saat Peresmian Posko Ratu Angga
TIMEXNTT – Memalukan, tak hanya berusaha menghalang-halangi proses peresmian posko pemenangan Ratu Angga yang sedang berlangsung, tetapi juga diduga dimanfaatkan untuk mencuri handphone milik rombongan calon Bupati, Ratu Ngadu Bonu Wulla dan calon Wakil Bupati, Dominikus Alphawan Rangga Kaka.
Dampaknya, peristiwa itu semakin memicu ketegangan hingga terjadi aksi kejar-kejaran.
Berdasarkan rekaman video berdurasi 06.50 detik yang diperoleh timexntt.id, keributan bermula ketika seoran oknum DPRD SBD Dapil III, Dappa Bulu melakukan aksi penghalangan dalam proses peresmian posko pemenangan Ratu Angga di Desa Webaghe, Kecamatan Wewewa Selatan, Rabu(30/10/2024).
Dalam isi rekaman video itu, Dappa Bulu tampak terlihat sedang berdiri disamping kiri paslon yang sedang menyampaikan himbauan untuk memanfaatkan posko sebagai tempat berdiskusi.
“Baik terimakasih banyak atas dukungannya masyarakat Webaghe buat paket Ratu Angga. Kiranya posko ini menjadi tempat diskusi positif untuk kemenangan paket Ratu Angga untuk membangun Kabupaten Sumba Barat Daya,” kata Rangga Kaka.
Mirisnya, dipertengahan pembicaraan calon Wakil Bupati SBD, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, oknum DPRD SBD itu langsung serobot masuk dan meminta untuk menghentikan proses peresmian tersebut.
Sontak, tampak terlihat dalam rekaman video bahwa aksi tak terpuji dari oknum DPRD SBD itu memicu suasana menjadi tidak kondusif. Hingga membuat pemilik posko tidak menerima atas tindakannya yang mencoba menghalangi proses peresmian yang sedang berlangsung.
Sejumlah rombongan Paslon Ratu Angga mencoba melerai oknum DPRD SBD tersebut. Sementara Rangga Kaka menyampaikan “maringina, maringina”.
Pada menit 04.24 terdengar suara menyebut bahwa ada mencuri handphone. Sejumlah warga berada dilokasi tersebut langsung melakukan aksi pengejaran. Tampak terlihat suasana semakin tidak kondusif.
“Itu ada yang curi hp,” kata suara yang terekam dalam video tersebut.
Dalam rekaman video itu, ketika terjadi aksi pengejaran terhadap oknum warga yang diduga mencuri handphone yang tidak diketahui identitasnya, oknum DPRD SBD tampak terlihat dirangkul oleh walpri.
“Hp yang dia ambil tadi mama. Hp itu apa tadi yang dia bawa lari,” sebut suara lain dalam video itu pada menit 04.33.
“Bapak dewan juga, bagaiamana bagaimana bapak dewan,” ucap siara lain dalam rekaman video.
Sebagai informasi tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun timexntt.id, oknum DPRD SBD, Dappa Bulu mengklaim bahwa tanah tempat didirikan posko pemenangan paslon Ratu Angga adalah miliknya.
Namun demikian, klaimnya itu dibantahkan oleh seorang warga yang membuat posko tersebut, Jhon Bili.
“Tanah itu milik ponakan saya dan ada orangtua satu namanya Leda Dara. Bukan milik Dappa Bulu,” tegasnya lagi.
Jhon menuturkan, sejak proses pembuatan posko pemenangan Ratu Angga tidak ada yang melakukan protes atau aksi pembatalan. Posko itu dibuat sejak beberapa minggu lalu.
Selama proses pembuatan ditegaskannya lagi tidak yang melakukan penghalangan. Bahkan, segala bentuk kebutuhan dalam pembuatan posko pemenangan Ratu Angga merupakan hasil swadaya masyarakat Webaghe.
“Karena kami mau kasih rapi sudah itu posko, tetapi kami tidak ada modal dan tidak mau kasih rugi Ibu Ratu, makanya kami jual batang keladi pakai beli paku. Seandainya batang keladi terjual semua mungkin sudah rapi. Kami tidak pernah minta uang seribu di Ratu Angga. Kami benar-benar tulus,” tuturnya.
Kendati membuat gaduh saat proses peresmian posko, Jhon pun menegaskan supaya tidak ada intervensi dari manapun yang memakasa masyarakat untuk memilih.
Jhon menyebut dirinya dan seluruh masyarakat Desa Webaghe memiliki kebebasan untuk memili calon Bupatidam Wakil Bupati.
“Jangan coba-coba ada yang jajah kami. Kami juga punya kebebasan untuk memilih,” ujar Jhon dengan tegas.
Hingga saat ini, Jhon menambahkan, suasana tempat didirikan posko pemenangan Ratu Angga tetap kondusif.
Semua keluarga dan masyarakat Desa Webaghe disebutnya sudah cerdas dan bijak dalam menyikapi segala bentuk persoalan. Termasuk dalam memilih pemimpin.***
Tinggalkan Balasan