Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Buku Rekening Kelompok Tani Masih di Dinas Pertanian SBD, Petani Gagal Kerjakan Sumur Bor: RAB Ada di Soleman Natara

Mirisnya, salah satu kelompok yang juga sebagai penerima bantuan sumur bor anggaran tahun 2024 hingga saat ini belum kunjung dikerjakan karena buku rekening masih ditahan oleh pihak dinas.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Fakta terbaru terungkap setelah berbagai persoalan pada Dinas Pertanian Sumba Barat Daya mencuat kepermukaan publik.

Mirisnya, salah satu kelompok yang juga sebagai penerima bantuan sumur bor anggaran tahun 2024 hingga saat ini belum kunjung dikerjakan karena buku rekening masih ditahan oleh pihak dinas.

Dampaknya, kelompok itu gagal mengerjakan sumur bor dari tahap I. Pasalnya, hingga saat ini, mereka tidak diberikan buku rekening tersebut untuk proses pencairan tahap I.

Ditemui, seorang ketua kelompok yang namanya enggan diberitakan mengaku sudah memperoleh informasi dari dinas bahwa anggaran sudah masuk direkening kelompok. Namun, ia harus gagal melakukan pekerjaan tahap I karena pihak dinas belum kunjung kembalikan buku rekening dan stempel kelompok.

“Ada di dinas, setelah kami buka rekening, dinas tahan itu rekening karena nanti pencairan baru kami kasih mereka bilang begitu,” kata seorang ketua kelompok yang namanya enggan diberitakan ketika ditemui, Rabu(06/08/2025).

Baca Juga  Pemda SBD Survei Titik Penambangan Pasir Laut, Komunitas Sopir Dump Truck Beri Apresiasi, Harga Pasir Kali Bervariasi

Menurutnya, pekerjaan tahap I tidak tersentuh bukan karena keinginan dirinya untuk tidak mengerjakannya. Melainkan, pengebor yang ditunjuk oleh dinas hanya satu kali datang ke lokasi tanpa melakukan aktivitas apapun.

Dia membantah jika dilokasi tersebut dinilai tidak mempunyai titik air. Sebab, sesuai hasil survei pengebor, dikatakan bahwa ada air, hanya saja belum dikerjakan.

“Bukan karena tidak ada air. Tapi karena tidak dibor saja, padahal sudah ada titik ditemukan,” katanya lagi.

Ia menuturkan, orang pertama yang ditunjuk untuk melakukan pengeboran Soleman Natara. Bahkan, RAB sudah diambil olehnya yang hingga saat ini belum dikembalikan.

Baca Juga  SMA Katolik Sint John Wano Kaza Membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru: Jangan Ragu, Sudah Akreditasi B

Karena belum kunjung turun untuk melakukan pengeboran, pihak dinas kembali menunjuk orang kedua. Hal yang sama pun masih terjadi hingga mereka kembali menunjuk orang ketiga.

“Pertama Dinas suruh pemilik bor bertemu dengan kami. Kabid dorang yang suruh itu orang bor. Memang ada RAB, RAB ada di Soleman Natara, kan dia bilang saya yang kerja jadi dia minta untuk fotocopy sampai sekarang belum dikasih kembali. Karena banyak alasan, ditunjuk lagi orang kedua, Ongko Sumba Agung, tetap sama juga, terus ditunjuk lagi orang ketiga Mama Jovan yang di belakang Gereja Khatolik(Katedral-red) Weetebula,” sebutnya.

Meski pihak dinas telah menunjuk pengebor sebanyak 3 kali, pekerjaan tahap 1 pun tak kunjung dikerjakan. Padahal, anggaran tersebut sudah masuk rekening kelompok.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!