Bupati Ratu Wulla Bongkar Dugaan Korupsi di Dinas Pendidikan Sumba Barat Daya
STORINTT – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla membongkar dugaan korupsi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Perbuatan yang diduga menilep honor kepanitaan pada sebuah kegiatan anggaran tahun 2025 sejumlah pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, termasuk honor Bupati, Wakil Bupati dan Sekda kembali membuat heboh masyarakat Sumba Barat Daya, NTT
Bukan hanya para pejabat daerah, Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga diduga menilap honor sejumlah guru honor Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD).
Sementara, jumlah uang yang diduga ditilep Bendahara tersebut berkisar sekitar Rp500 juta. Saat ini, sejumlah bukti telah dikantongi.
Bupati Ratu Wulla membenarkan adanya temuan dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan jumlah yang tidak sedikit.
Menurut Bupati Ratu Wulla, ada beberapa penyalagunaan kewenangan yang menjurus ke tindak pidana korupsi karena oknum bendahara tersebut telah menggunakan sejumlah uang yang bukan menjadi miliknya.
“Ini sudah terbukti. Sehingga ini harus dibersihkan dan tidak boleh terjadi lagi. Ini masalah jadi saya harus bersih-bersih untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bupati Ratu Wulla yang dikonfirmasi sejumlah wartawan seusai melakukan sidak di Badan Keuangan dan Aset Daerah, Jumat(13/03/2026).
Dugaan menilep honor kepaniataan pada sejumlah pejabat itu disebut baru terjadi pada tahun anggaran 2025. Bupati Ratu Wulla berjanji akan menelusuri lebih lanjut.
Saat ini, oknum bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu telah mengembalikan uang Rp450 juta.
Namun, hal itu tidak akan membuat dirinya lolos dari persoalan tersebut. Bahkan, sebagai wujud komitmen dalam memberantas korupsi, Inspektorat telah diminta untuk melakukan audit internal.
“Yang terjadi ini tahun 2025. Dokumennya sudah ada. Untuk 2024 ke bawah nanti kami telusuri lagi termasuk kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan tapi bisa dicairkan. Ada apa ini? Gunakan sistem apa ini? Kenapa bisa jebol. Termasuk kegiatan sudah selesai tapi tidak dibayarkan,” katanya lagi.***