Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Bupati SBD Upayakan Untuk Memudahkan Pelayanan Pembuatan EKTP Melalui Online

Hal itu diupayakan supaya pelayanan terhadap masyarakat khususnya dalam pembuatan dokumen penduduk lebih cepat dan terhindar dari pungli.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla bersama Wakil Bupati, Dominikus Alphawan Rangga Kaka akan mengupayakan kemudahan dalam pembuatan EKTP secara online.

Hal itu diupayakan supaya pelayanan terhadap masyarakat khususnya dalam pembuatan dokumen penduduk lebih cepat dan terhindar dari pungli.

“Nanti kita upayakan membuat aplikasi, masyarakat input data melalui aplikasi dari rumah terus nanti kantor pos yang antar di rumah, masyarakat tunggu di rumah. Dari pada datang, kena pungli lagi. Pulang balik belum lagi ongkos ojek dan lain sebagainya. ” kata Ratu, Senin(10/03/2025).

Disebutnya bahwa Pemerintah Sumba Barat Daya sudah membangun komunikasi dengan pihak Kantor Pos Waingapu dalam membicarakan rencana tersebut. Dan sudah ada kesepakatan.

Baca Juga  HUT Ke-18 SBD, Bupati Ratu: Dengan Bersatu, Kita Masih Bisa Untuk Terus Berkarya

Nantinya, akan ada fitur yang dirancang dan bisa diakses oleh masyarakat dalam mengisi kebutuhan data dengan menggunakan android. Selanjutnya, EKTP akan dicetak dan dikirim oleh petugas Kantor Pos ke alamat warga yang bersangkutan.

“Jadi nanti ada fitur yang dibuat, masyarakat bisa pakai handphone mengisi data setelah itu KTP dicetak dan diantar oleh kantor pos ke rumah. Kantor Pos Waingapu sudah bertemu dengan saya, saya minta kita bangun bangun kerja sama,” ungkap Ratu.

Ratu kembali menyoroti keluhan masyarakat tentang pelayanan Dispendukcapil yang dinilai lamban. Ia membenarkan, ketika melakukan sidak, banyak masyarakat yang antri dan berlarut-larut dalam membuat data penduduk.

Baca Juga  78 Kepala Keluarga di Desa Rada Loko Menerima Bantuan Ayam Untuk Meningkatkan Gizi Anak

Namun, ketika disidak, Ratu malah merasa heran lantaran pembuatan KTP bisa dilakukan hanya dalam 3 menit tanpa menunggu berhari-hari.

Ia mengetahui itu karena secara spontan meminta pegawai Dispendukcapil untuk melakukan pencetakan EKTP milik salah satu warga yang sedang antri.

“Kemarin saat sidak saya cek tiga menit KTP bisa dicetak. Ke depan Bapak Ibu saya akan buat terobosan. Masyarakat mau buat KTP nanti kantor pos yang kirim ke rumah. Pokoknya kita harus gercap dalam bekerja. Apapun itu, kita harus kerjakan yang terbaik,” tambahnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!