Cara Ketua Yatutim Bekerja Sama Dengan Bank BRI Untuk Gadai SK Kepala Sekolah Selama 9 Tahun: Kami Sudah Mengadu di Kejaksaan
Ia juga meyakinkan seluruh kepala sekolah yang digadaikan SK nya bahwa pihak bank tidak akan berurusan dengan mereka, melainkan berurusan dengan yayasan dalam membayar cicilan setiap bulan atau memotong cicilannya dari rekening yayasan tanpa membebankan kepala sekolah.
Mendengar penjelasan itu, sejumlah kepala sekolah tak lagi berpikir panjang. Mereka langsung menandatangani dokumen pengajuan tersebut. Mereka juga tidak mengetahui berapa jumlah uang yang diajukan dengan mengatasanamakan SK kepala sekolah.
“Semua dokumen pengajuan itu sudah disiapkan oleh pihak SLD. Jadi saat itu kami hanya dimintai tanda tangan dokumen pengajuan. Kenapa kami tanda tangan, karena sesuai penjelasan beliau(SLD) itu bahwa dalam pengembalian cicilannya pihak bank hanya berurusan dengan Yayasan, tetapi yang digadaikan adalah SK kepala sekolah dengan jumlah gaji tertentu,” kata sumber itu.
“Administrasi itu kan bukan kami yang urus, karena kami pun tidak pernah dimintai persetujuan untuk mengajukan pinjaman, saat itu sekitar bulan Oktober atau November tahun 2018 kami kepala sekolah dipanggil ke Yayasan, sampai di Yayasan, SLD bilang, saya ada bekerja sama dengan pihak bank menggadaikan teman-teman punya SK, tapi pengembaliannya tidak akan dibebankan kepada kepala sekolah, nanti pihak bank akan memotong cicilan setiap bilan dari rekening yayasan,” katanya lagi.