Demi Menerima Cipayung Plus yang Demo, Bupati SBD Batalkan Sejumlah Agenda Penting
TIMEXNTT – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla harus membatalkan sejumlah agenda penting hanya untuk menerima dan mendengar aspirasi yang hendak disampaikan oleh mahasiswa.
Untuk diketahui, mahasiswa yang bergabung dalam organisasi GMNI, GMKI dan PMKRI melakukan aksi damai di Polres, DPRD dan berakhir di Gedung Bupati Sumba Barat Daya, NTT, Rabu(10/09/2025).
“Saya ucapkan terimakasih atas semangat teman-teman mahasiswa, cipayung plus untuk hadir di sini menyampaikan aspirasi,” kata Bupati Ratu Wulla ketika menerima massa aksi tersebut.
Dihadapan massa aksi, Bupati Ratu Wulla mengatakan, dirinya telah membatalkan sejumlah agenda penting sebagai bentuk menghargai kedatangan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi. Ia setia menunggu kedatangan para mahasiswa sejak pukul 12 siang waktu setempat.
Bukan hanya keoada mahasiswa, Bupati Ratu juga tidak menutup ruang jika ada masyarakat sipil dan pelaku UMKM yang mau bertemu dirinya akan selalu siap menerima, meski dengan beban kerja pelayanan yang padat.
Dikesempatan itu, Bupati Ratu Wulla menegaskan, segala bentuk kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah dipastikan berdampak terhadap seluruh masyarakat Sumba Barat Daya.
“Sehingga bentuk saya respon baik dengan kalian semua, saya di sini sudah menunggu dari jam 12. Saya membatalkan kegiatan-kegiatan hanya untuk menerima kalian, ini bentuk keseriusan saya. Dan semua aspirasinya saya catat. Dan tentu akan ada langkah-langkah yang kita lakukan,” katanya lagi.
Selain itu, Bupati Ratu juga membantah tudingan yang menyebut dirinya hanya bermain tiktok tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, facebook, instagram, termasuk tiktok merupakan sarana komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan kepada publik tentang apa yang dikerjakan. Sehingga dirinya selalu aktif dalam memanfaatkan platform media sosial tersebut.
“Bupati juga manusia, saya punya sisi lain juga perlu diketahui publik. 20 jam saya bekerja dalam 1 hari, 4 jam saya tidur, 1 menit saya tiktok, apakah itu salah? Saya juga butuh refresing, saya juga butuh bagaimana otak saya bisa tenang bekerja memikirkan rakyat 301 ribu masyarakat Sumba Barat Daya dengan berbagai persoalan, dan saya tahu ini adalah tugas saya sebagai Bupati,” tambah Bupati Ratu.
Bupati Ratu juga menyampaikan di massa aksi bahwa dirinya baru menjabat selama 6 bulan 10 hari. Bahkan, RPJMD yang menjadi dokumen perencanaan pembangunan daerah selama 5 tahun ke depan.
Meski begitu, Bupati Ratu meminta massa aksi untuk melihat dan memantau kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintah selama 6 bulan terakhir ini.
Saya bukan orang munafik, saya bukan Bupati yang munafik, hanya menunjukan hal-hal baik supaya masyarakat tahu apa yang saya kerjakan. Tolong dicatat, kalau saya mau pencintraan, bisa tapi tidak.
“Saya tidak pernah malu-malu bapak ibu, buat apa saya harus tunjukan yang baik-baik di kalian, biar kalian tahu apa adanya Bupati Sumba Barat Daya. Dan tiktok itu adalah sarana yang legal untuk digunakan oleh siapapun untuk menyampaikan informasi apapun. 6 bulan ini, adik-adik bisa melihat Bupati, Wakil Bupati dan seluruh perangkat yang ada ini kerja apa, adik-adik bisa lihat, pantau dan turun,” katanya lagi.***
Tinggalkan Balasan