Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Di Tambolaka, Warga Lapor Polisi di Pagi Hari Karena Motor Hilang, Malamnya Motor Keponakan Juga Hilang

Rian Marviriks Storintt.id
Ciri-ciri Pelaku Pencuri Sepeda Motor Milik Martinus Engge Hasil Rekaman CCTV.

STORINTT – Nasib sial dialami oleh kedua Warga di Redatani, Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, Marten Bali Ate dan Martinus Engge.

Mereka harus menelan pil pahit karena kehilangan sepeda motor pada Jumat 15 Mei dan Sabtu 16 Mei 2026. Marten Bali Ate merupakan korban pertama dalam kasus ini. Sementara sepeda motor milik Martinus Engge masih berstatus kredit.

Menurut pengakuan istri Marten, Agustina Ngongo, awalnya Marten pulang dari pasar membeli ikan sekitar pukul 8 malam. Setiba di rumah, ia kemudian memarkirkan motornya di teras rumah tanpa mengunci stang. Marten langsung menuju ke dapur untuk membersihkan ikan tersebut.

Marten tidak pernah menyangka kalau malam itu harus kehilangan motor karena sebelum-sebelumnya, setiap kali pulang rumah, dia sering parkirkan motornya diteras tanpa gangguan apa pun. Sehingga ia berpikir bahwa aman-aman saja.

“5 menit kemudian suami saya keluar, dia tiba-tiba sudah tidak lihat motor lagi. Padahal baru saja ia masuk di dalam rumah,” kata Agustina.

Mengetahui kendaraannya hilang, mereka kemudian menghubungi keponakan yang sedang bekerja di Smart Finance Tambolaka untuk mengejar pencuri tersebut. Namun, mereka kehilangan jejak. Akhirnya, mereka membuat laporan polisi.

“Malam itu juga kami langsung ke Polsek Loura menggunakan motornya keponakan. Tapi kami diarahkan ke Polres. Dari pihak Polres juga itu malam turun ke rumah kami, lalu mereka arahkan kami untuk buat laporan resmi pada keesokan harinya,” kata Agustina.

Baca Juga  88.949 Warga Sumba Barat Daya Penerima Bansos PKH dan Sembako, Dinsos Evaluasi Data

Mendengar arahan kepolisian, Agustina bersama keluarga sepakat membuat laporan polisi pada 16 Mei 2026. Pada pagi harinya, Agustina bersama keponakannya, Martinus Engge menuju ke Polres Sumba Barat Daya untuk membuat laporan. Ia didampingi suami, Marten Bali Ate.

Namun, karena alasan tugas, Martinus harus ke lapangan. Di Polres Sumba Barat Daya, Agustina memberi keterangan dengan menunjukan bukti-bukti kepemilikan kendaraan.

“Pagi itu kami buat laporan. Setelah itu langsung di BAP sampai sekitar jam 2.30 sore. Kami sangat berharap pihak keamanan dapat menemukan keberadaan motor kami. Apalagi motor itu kami jadikan jaminan untuk pinjam uang dengan gadaikan BPKB. Jadi kami percayakan polisi, sambil kami keluarga juga mencari,” katanya lagi.

Sayangnya, motor yang mereka tumpangi untuk membuat laporan di Polres Sumba Barat Daya, juga ikut hilang pada malam hari.

Menurut Agustina, berdasarkan pengakuan keponakan mereka, Martinus Engge, sekitar jam 9 malam, ia tiba di kantor, Smart Finance Tambolaka. Di sana, Martinus sedang menyampaikan hasil tagihan sebagai depcolektor.

Saat itu, Martinus parkirkan kendaraannya di depan kantor bersama motor rekan kerjanya. Ia kemudin menuju ke ruangan. Ia juga tidak mengunci stang motor.

Baca Juga  Pengadaan Tabung Gas Rujab Sekda NTT Telan Anggaran Rp103 Juta, Sofa Rp199 Juta, Rujab Gubernur dan Wakil Rp3,724 Miliar

Setelah menyampaikan hasil tagihan, Martinus hendak keluar untuk kembali ke rumah. Di luar, ia malah tidak melihat kendaraannya lagi.

Martinus sempat berpikir kalau motornya disembunyikan oleh rekan-rekan kerjanya. Ia tidak pernah menyangkan lagi kalau motor tersebut sudah dicuri.

“Dia(Martinus) pulang dari lapangan langsung ke kantor untuk membawa laporan penagihan. Setelah itu, ia keluar, motor tidak ada lagi. Saya punya keponakan itu sempat berpikir kalau ada rekan kerja yang sedang menyembunyikan atau membuat prank. Jadi dia tidak pernah bayangkan kalau sudah dicuri,” kata Agustina.

Jika dilihat dari rekaman cctv, motor tersebut dicuri oleh seorang pria dengan mengenakan kaus putih. Menurut Agustina, kalau Martinus langsung mengejar, ia yakin akan mendapat pencuri tersebut. Pasalnya, motor posisi di dorong dari arah belakang oleh kawan pencuri tersebut.

Atas kejadian itu, keluarga Agustina kembali membuat laporan polisi. Sementara motor yang pertama belum ditemukan.

“Kami tidak pernah menyangka, motor milik keponakan kami yang kami gunakan untuk membuat laporan polisi saat itu, justru ikut dicuri. Kami juga sudah buat laporan di Polres SBD. Beberapa hasil rekaman cctv juga kami sudah kirim di anggota Polres SBD,” kata Agustina.***

Tutup
error: Content is protected !!