Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

GMNI Desak Pemerintah Provinsi Gorontalo Audit TPA Talumelito: Jangan Hanya Duduk di Ruang Ber-AC

Saat ini, kondisi di TPA Talumelito dinilai sangat memprihatinkan lantaran tumpukan sampah semakin mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.(Dokumen pribadi/Altio)

TIMEXNTT – Dewan Perwakilan Daerah(DPD), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) Provinsi Gorontalo mendesak Pemerintah dalam memperhatikan kebersihan lingkungan di di TPA Talumelito.

Saat ini, kondisi di TPA Talumelito dinilai sangat memprihatinkan lantaran tumpukan sampah semakin mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

DPD GMNI Gorontalo telah menemukan hal tersebut pasca melakukan uji petik lapangan pada tanggal 12 dan 14 Mei 2025.

Wakil Ketua DPD GMNI, Bidang Isu Aksi Dan Propaganda, Altio Prasetyo Lengato, mengatakan, saat ini TPA Talumelito jauh dari standar pengelolaan limbah dan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, Instalasi Pengolahan Air Limbah(IPAL) yang ada sama sekali tidak berfungsi. Dampaknya, limbah cair langsung dibuang ke sungai sekitar tanpa pengolahan yang memadai.

Selain itu, juga mengakibatkan pencemaran serius yang membuat air sungai dan sumur warga menjadi keruh, berbau menyengat, dan tidak layak dikonsumsi.

“Warga terpaksa meninggalkan sumur dan sungai sebagai sumber air bersih. Warga beralih ke sumber air dari pegunungan yang jaraknya jauh, sementara kesehatan mereka terganggu dengan berbagai keluhan, terutama sakit perut yang kami duga terkait langsung dengan pencemaran limbah dari TPA,” tegas Altio, Jumat(16/05/2025).

Baca Juga  Presiden Prabowo Meninjau Langsung Program MBG di Bogor

Bukan hanya itu, DPD GMNI Gorontalo juga menemukan pengelolaan limbah medis di TPA tidak dilakukan dengan benar. Sampah medis bercampur dengan limbah umum dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Untuk itu, DPD GMNI Gorontalo mendesak Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk segera melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan limbah oleh instansi terkait.

Termasuk rumah sakit yang diduga tidak memilah limbah B3 dan BWS, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang lalai dalam memperhatikan kerusakan IPAL.

“UPTD Talumelito ini menambah pendapatan asli daerah (PAD) 1,8 Miliar di provinsi gorontalo, namun parahnya warga sekitar harus menanggung bau busuk atas diam nya pemerintah tentu ini harus menjadi perhatian penuh untuk di audit dan di evaluasi pemerintah daerah ,” tegas Altio.

Baca Juga  Mahasiswa Pertanyakan Regulasi Tambang Pasir Laut, Kapolres SBD Bilang Salahkan Pejabat yang Sebelumnya

DPD GMNI Gorontalo juga menuntut supaya pemerintah mengambil langkah-langkah nyata seperti perbaikan segera IPAL, pengelolaan limbah lindi yang benar, serta penerapan sistem pemilahan dan daur ulang sampah di TPA.

Selain itu, GMNI juga meminta supaya pemerintah intens melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta pengelola TPA juga harus menjadi prioritas agar pengelolaan sampah tidak lagi merusak lingkungan dan kesehatan warga.

“Bau busuk di jalan gor sudah menjadi penderitaan sehari hari bagi masyarakat, namun pemerintah daerah tampak tutup mata dan telinga. Jika tak ada keberanian untuk menyelesaikan persoalan TPA secara serius, lebih baik tempat pembuangan itu di pindahkan saja ke halaman kantor dinas terkait . biar para pejabat mencium sendiri aroma ketidakpedulian yang selama ini mereka pelihara meski duduk manis di ruangan ber-AC,” tegasnya lagi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!