Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kadis Sosial SBD Laporkan Penyaluran Bansos Sembako dan PKH: Tahap II yang Lulus PPPK Akan Dihapus

Rian Marviriks Storintt.id
Pada hari senin mendatang, semua tim lapangan dan penyalur bersama Bupati akan melakukan rapat evaluasi penyaluran bantuan sosial tahap I 2026.

STORINTT – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumba Barat Daya, Lukas Pati Mone melaporkan hasil penyaluran bantuan sosial berupa Sembako dan PKH pada tahap I tahun 2026.

Laporan tersebut disampaikan secara langsung kepada Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla. Beberapa kendala yang menjadi dinamika saat penyaluran juga disampaikan.

“Ya, itu kendala-kendala ketidaksesuaian semuanya kami sampaikan juga di Ibu Bupati, misalnya ada yang pernah menerima tapi tidak menerima lagi, ada yang sudah tidak layak tapi masih menerima. Banyak juga keluhan masyarakat miskin lainnya,” kata Lukas, Kamis(26/03/2026).

Dengan kendala-kendala itu, kata Lukas, Bupati Ratu Wulla meminta supaya segera melakukan perbaikan data penerima. Hal itu untuk memastikan penyaluran bantuan sosial berupa sembako dan PKH tepat sasaran.

Baca Juga  Banyak Temuan Soal Penerima Bansos PKH dan Sembako Tak Tepat Sasaran, Warga Miskin di SBD Akan Didata Ulang

Pada hari senin mendatang, semua tim lapangan dan penyalur bersama Bupati akan melakukan rapat evaluasi penyaluran bantuan sosial tahap I 2026.

Nantinya, salah satu agenda yang akan menjadi pembahasan adalah terkait lulusan PPPK Paruh Waktu yang masih menerima pada tahap I 2026.

Mereka, kata dia, seharusnya sudah tidak layak sebagai penerima, sehingga perlu dihapus atau nama-nama yang sudah tidak layak perlu dihapus dari sistim.

“Arahan pimpinan(Bupati-red) agar terus melalukan perbaikan data untuk meningkatkan mutu pelayanan bansos atau supaya bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran. Kemarin itu, nama-nama yang lulus PPPK Paruh Waktu sudah keluar, setelah itu baru terima SK, sehingga diambil kebijakan tetap terima, Tahap II nanti harus dihapus, karena sebenarnya sudah tidak layak lagi,” katanya lagi.

Baca Juga  Kadis Sosial SBD Berjanji Publikasikan Data Penerima Bantuan PKH: Tahap 4 Tahun 2025 Ada 54 Ribu KPM

Disisi lain, Lukas juga mengonfirmasi kembali tentang video viral di media sosial pada saat penyaluran bantuan sosial tahap I 2026.

Ia menyebut seorang ibu yang melakukan aksi protes sebenarnya telah menerima bansos sembako, bukan karen tidak menerima. Ia protes lantaran jumlah uang yang diterima tidak sesuai dengan diterima pada tahun 2025 silam.

“Dia itu sudah terima bansos sembako, kita sudah panggil ternyata dia juga penerima tahap I 2026,” kata Lukas.***

Tutup
error: Content is protected !!