Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Komentar Menggelitik Warganet Atas Rekaman Suara Diduga Ketua Yatutim Minta Jatah Dana BOS yang Viral di Media Sosial

Rekaman suara berdurasi 4.55 menit itu menuai sorotan lantaran isi percakapan itu diduga mirip suara SLD yang sedang meminta jatah dana Bantuan Operasional Sekolah(BOS) dari seorang kepala sekolah.(Dok.Istimewa)

TIMEXNTT – Berikut adalah sejumlah komentar menggelitik dari warganet dalam menanggapi unggahan rekaman suara diduga Ketua Yayasan Tunas Timur(Yatutim), Solemana Lende Dappa alias SLD.

Rekaman suara berdurasi 4.55 menit itu menuai sorotan lantaran isi percakapan itu diduga mirip suara SLD yang sedang meminta jatah dana Bantuan Operasional Sekolah(BOS) dari seorang kepala sekolah.

Akun facebook @Lusia Kaka juga memosting foto Soleman Lende Dappa hingga memberi tulisan “Raja Korupsi Dana Bos Dan Dalang Penggelembungan Dapodik Sekolah Yatutim”.

Berdasarkan isi percakapan dari rekaman itu, keduanya membahas sejumlah uang yang diduga dana BOS yang diperuntukan kebutuhan salah satu sekolah yang berada dibawa naungan Yayasan Tunas Timur(Yatutim).

Tak tanggung-tanggung, sejumlah uang yang disebut sebesar Rp36.4000.000. Namun, kepsek hanya menyetor Rp20 juta. Mereka berdebat dalam mempersoalkan kesepakatan awal yang seharusnya kepsek menyetor Rp25 juta.

Hal itupun memicu amarah Soleman Lende Dappa. Ia bahkan mengancam akan memecet kepsek itu jika pada termin II tidak menyetor Rp40 juta tanpa kurang satu persen dari total anggaran Rp80 juta lebih.

Baca Juga  Pelaku Penikaman di Dinas Pendidikan SBD Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terancam 5 Tahun Penjara

Banyak juga yang spekulasi, dugaan bagi-bagi jatah ini dikarenakan dipicu oleh utang sapi. Sebab, dalam rekaman itu, suara yang mirip Soleman Lende Dappa menyentil utang sapi yang belum dilunasinya.

Sontak unggahan @Lusia Kaka ini mendapat 389 suka, 221 komentar dan 35 dibagikan oleh pengguna facebook lainnya.

Warganet pun geram hingga meluapkan kekesalan mereka di kolom komentar. Sejumlah komentar menggeletik pun meghiasi kolom komentar unggahan dari @Lusia Kaka.

“Tapi jangan sampai de memuncak satu kali hindagu, Nol ponggu mba, kobboka ponggu mba patorromu. Sya pecat dengan tidak hormat. Begitulah kira-kira bahasa yang saya tangkap dalam percakapan ini,” komentar akun @Ermen Dangga.

“Ganti modal,” tulis akun @Don Canon.

“Di lingkungan pendidikan saja sudah begini apalagi yang lain. Hancur leburr,” komen @Sony Tunggal.

“Banyak orang yang dia janji serjana. Tapi diwisudakan dengan ijasa palsu,” tulis akun @Yitro Dama denga emot ketawa.

Baca Juga  Polres SBD Tetapkan 5 Tersangka Kasus Pembunuhan di Wewewa Timur: Bukan Karena Miras, Hanya Karena Ngegas Motor

“Sebetulnya ini prifasi dalam sebuah instansi, hanya karena sama2″ tidak ada yg mau mengalah yaa Rahasia terbongkar. Ini yg kata pepatah sepandai-pandai tupai meloncat akan jatuh ke tanah juga. Tergantung kekuatan hukum Uda sekarang,” komentar @Wilfird Wali Ate.

“Saya ini pinpinanmu. Pimpinan yg korup,” tulis akun @Ferhauw

“Dana BOS di pergunakan untuk apa ya..? kok di pake tutup utang pribadi,” @Victor Sony.

“Cepat bawa itu yg dua puluh juta sy mau bayar sapi, Ingat termin 2 harus kasi sy 40 juta kalau tidak sy pecat dgn secara tidak hormat. Sy rasa ini suara sala satu Paslon kepala desa baru-baru,” komentar @Samuel Bali Ate.

“Hancur SBD klo org ini jadi pemimpin,sebaiknya penyakit jgn di biarkan untuk berkembang,klo di biarkan nnti akan mewabah,” @Antonetha.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Yatutim atas rekaman suara yang telah viral.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!