Luar Biasa! Pemerintah Desa Wali Ate Gelar Pelatihan Menjahit, Kades; Demi memproduksi jahitan berkualitas
TIMEXNTT – Salah satu langkah serius Pemerintah Desa Wali Ate, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya dalam meningkatkan potensi masyarakat adalah melalui pelatihan menjahit, Rabu(19/02/2025).
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Desa Wali Ate dalam mengimplementasikan program pemberdayaan terhadap perempuan.
Tentunya, ini sebagai hal terpenting dalam meningkatkan keahlian perempuan. Khusus dalam bidang menjahit.
Kepada timexntt.id, Kepala Desa Wali Ate, Soleman Lolo Muri, SE mengatakan, pelatihan menjahit ini menghadirkan beberapa narasumber dari Dinas Nakertrans Sumba Barat Daya yang bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan perempuan dibidang menjahit.
Sementara pelatihan ini akan dilangsungkan selama lima hari ke depan dengan melibatkan 20 peserta.
“Pelatihan ini akan dilakukan selama lima hari. Kami libatkan 20 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan ibu-ibu. Dari peserta itu ada juga yang pernah merantau. Kami hadirkan dari Nakertrans dan juga narasumber yang berkompeten dalam bidang menjahit,” kata Soleman.
Lebih lanjut, Soleman menyebut dalam pelatihan ini para peserta difasilitasi oleh Pemerintah Desa dengan menyediakan 20 unit mesin jahit dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.
“Jadi mereka datang untuk ikut pelatihan, kemudian mendapat bimbingan, setelah itu akan langsung praktek menjahit dengan menggunakan fasilitas yang disediakan,” tambahnya.
Dengan adanya pelatihan ini, Soleman meyakini bahwa ketrampilan perempuan memproduksi jahitan akan lebih berkualitas.
Ia juga menyebut pelatihan ini akan menjadi modal awal bagi warganya ketika hendak merantau dan bekerja sebagai penjahit.
Nantinya, pasca pelatihan, Soleman menyebut mesin jahit 20 unit itu akan diberikan kepada peserta untuk mengembangkan pelatihan yang diperoleh.
“Nah, habis pelatihan, mesin jahit mereka bawa pulang. Jadi bukan hanya habis latihan lalu habis juga. Mesin ini diberikan supaya mereka dapat memanfaatkan untuk mengembangkan ilmu yang diperoleh. Kalau memang ditekuni, saya yakin pendapatan mereka nanti dapat mencukupi kebutuhan hidup,” ujarnya.
Bukan hanya kegiatan pelatihan menjahit, untuk meningkatkan potensi masyarakat Desa Wali Ate, Soleman juga akan berupaya dalam melakukan hal-hal pemberdayaan lainnya.
Untuk itu, Soleman mengharapkan supaya peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menekuni serta memanfaatkan mesin jahit yang akan diberikan nantinnya.***
Tinggalkan Balasan