Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pemerintah SBD Tetapkan 3 Desa Model, Kades Rada Mata Sambut Dengan Baik: Kami Sedang Siapkan Wisata Kuliner

Rian Marviriks Storintt.id
Menanggapi itu, Kepala Desa Rada Mata, Paulus Natara mengaku bersedia menyambut dengan niat baik Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Apalagi, kata dia, Kadis PMD juga sudah menghubungi dirinya terkait perencanaan tersebut.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menetapkan 3 desa dari 173 desa di daerah ini sebagai desa model.

Kepala Dinas PMD SBD, Benyamin Kaba menyebut ketiga desa yang ditetapkan sebagai desa model itu diantaranya, Desa Kalembuweri, Hoha Wungo dan Desa Rada Mata.

Ketiga desa model tersebut akan dijadikan sebagai contoh untuk desa-desa lain mulai dari kebersihan, tertib administrasi, termasuk penggunaan uang desa.

“Dan juga akan mewajibkan 3 desa model itu untuk membantu masyarakat yang belum lengkap administrasi kependudukan seperti KTP supaya didata dan difasilitasi untuk melakukan perekaman,” kata Kepala Dinas PMD, Benyamin Kaba, Senin(26/01/2026) ketika ditemui di ruang kerjanya.

Baca Juga  BREAKING NEWS! Masyarakat Kota Tambolaka Menemukan Bayi Dalam Dus Aqua

Menanggapi itu, Kepala Desa Rada Mata, Paulus Natara mengaku bersedia menyambut dengan niat baik Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Apalagi, kata dia, Kadis PMD juga sudah menghubungi dirinya terkait perencanaan tersebut.

“Tadi saya juga baru dihubungi oleh Pak Kadis PMD tentang hal ini. Kami sangat menyambut dengan baik dan mendukung. Dan juga kami ucapkan terimakasih karena sudah percayakan desa kami sebagai desa model,” kata Paulus ketika ditemui di ruang kerja di Kantor Desa Rada Mata, Kecamatan Kota Tambolaka.

Baca Juga  Respon Inspektorat Soal Rencana Dinas PMD SBD Tentang Pembagian Honor Pemerintah Desa Setiap Bulan

Menariknya, sebelum ditetapkan sebagai desa model, Desa Rada Mata sudah melakukan pengajuan proposal di beberapa kementerian.

Salah duanya di Kementerian Pekerjaan Umum melalui program Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle(TPS3R).

Kemudian di Kementerian Perikanan dan Kelautan melalui program desa wisata dalam penataan wilayah pesisir yang nantinya akan dijadikan wisata kuliner.

“Kita akan bangun UMKM dan penataan wilayah pesisir dan nanti dijadikan tempat wisata kuliner. Di situ sudah disiapkan lampu tenaga surya sama kursi-kursi dari Kementerian Kelautan,” tambahnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!