PPK Mengaku Terganggu Soal Proyek Dengan Anggaran Rp300 Juta di SBD, Ada Apa?
TIMEXNTT – Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) mengaku terganggu atas pemberitaan tentang pekerjaan Jalan Usaha Tani di Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, NTT.
Untuk diketahui, jalan tersebut menelan anggaran Rp300 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus(DAK).
Mirisnya, beberapa hari lalu, PPK pada Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya ketika menghubungi timexntt.id, ia mengaku terganggu atas rentetan pemberitaan tentang pekerjaan jalan tani yang dinilai kerja asal-asalan.
Ia mengaku terganggu secara psikologi lantaran beberapa media online juga mengangkat persoalan jalan usaha tani di Desa Kabali Dana.
Bukan hanya, karena mengaku terganggu, ia bahkan meminta supaya namanya tidak disebutkan dalam pemberitaan.
Ia pun merasa dipojokkan ketika dicecar pertanyaan yang berkaitan dengan tugas pengawasannya. Bahkan, dimintanya supaya bertemu ketua Poktan dalam hal ini sebagai pengelola.
“Apa e, saya kok macam tidak nyaman sekali dengan pemberitaan yang beruntun ini,” ngaku PPK ketika menghubungi redaksi timexntt.id beberapa hari lalu.
Disisi lain, dirinya menyebut pekerjaan ini masih dalam proses penyelesaian. Selain itu, pertanggungjawaban anggaran tahap III belum dilakukan oleh poktan bersangkutan.
Dikatakannya, pencairan tahap III dilakukan sekitar bulan Januari 2025.
“Bahwa begini, tahapan yang berjalan sekarangan ini adalah bahwa mereka belum pada proses menyelesaikan pekerjaan. Masih ada PR yang mereka lakukan.
Sebagai informasi tambahan, jalan usaha tani di Desa Kabali Dana sudah melakukan pencairan hingga pada tahap III.
Pekerjaan tersebut dikabarkan akan selesai dikerjakan pada bulan Desember 2024 lalu.
Namun, pekerjaan dengan anggaran yang bombastis ini malah menuai sorotan. Bahkan, PPK pun mengaku bahwa ada temuan ketika melakukan monitoring di lokasi.
PPK telah menjadikan catatan khusus kepada kelompok tani Tunas Baru untuk ditindaklanjuti.
Dengan demikian, PPK menegaskan, dirinya akan menyampaikan di Inspektorat soal temuan lapangan. Dan akan turun ‘gunung’ bersama Inspektorat Sumba Barat Daya.
Sayangnya, berdasarkan informasi yang diperoleh timexntt.id, Kamis(13/02/2025) dikabarkan malah Kepala Dinas Pertanian dan jajarannya turun melakukan monitoring di lokasi proyek yang menelan anggaran Rp300 juta.
Wartawan Timexntt.id sudah berupaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pertanian, PPK dan Kabid PSP, namun belum ada tanggapan hingga berita ini ditayangkan.
Timexntt.id juga telah mendatangi rumah kediaman Ketua Kelompok Tani Tunas Baru, sayangnya, ia dikabarkan sedang tidak berada di tempat.***
Tinggalkan Balasan