Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Puluhan Siswa SD Wailangira Yatutim Diduga Mempunyai NIK Sama: 11 Orang Dipindahkan di SD Waiha

Yayasan Tunas Timur(Yatutim) kembali mendapat sorotan seusai data siswa di SD Wailangira, Kecamatan Kodi Balaghar diduga mempunyai NIK yang sama.(Dok.Istimewa)

TIMEXNTT – Yayasan Tunas Timur(Yatutim) kembali mendapat sorotan seusai data siswa di SD Wailangira, Kecamatan Kodi Balaghar diduga mempunyai NIK yang sama.

Berdasarkan data yang diperoleh timexntt.id, Jumat(13/06/2025), terdapat 86 siswa yang diduga memiliki NIK yang sama.

Dari 86 siswa ini, ada 11 siswa yang dikeluarkan pada tahun 2022. Sedangkan 70 siswa lainnya diberi keterangan mutasi pada tahun 2019.

Sementara, 04 diantaranya status aktif(2 siswa kelas I dan 2 siswa kelas II), dan 01 siswa dinyatakan lulus pada tahun 2024 juga memiliki NIK yang sama dengan 85 siswa lainnya.

Terkonfirmasi, Kepala Sekolah Wailangira, Pdt. Samuel Dara Maghu menyebut data-data tersebut tidak benar.

Baca Juga  Viral di Medsos, Diduga Rekaman Suara Ketua Yatutim Minta Fee Dari Dana BOS Hingga Ancam Dipecat

Menurutnya, 86 orang siswa yang diduga mempunyai NIK sama tidak sesuai fakta lapangan.

Ia memastikan siswa-siswi SD Wailangira ini tidak mempunyai NIK yang sama dengan dibuktikan bisa mengikuti ujian.

“Tapi jelasnya saya lihat itu hanya fitnah, kenapa demikian, karena kalau memang begitu tidak mungkin anak-anak ujian kelas VI dengan nomor NIK yang sama. Ini berdasarkan fakta lapangan dan Dapodik. Makanya saya heran 86 orang bilang NIK sama, itu sudah salah total,” kata Pdt.Samuel, Jumat(13/06/2025) ketika dikonfirmasi via telefon.

Lebih lanjut, Pdt.Samuel menuturkan, di SD Wailangira hanya terdapat 73 siswa. Data tersebut semua tercover dalam Dapodik.

Baca Juga  Buka Suara! Debora Lende Bantah Sebagai Sekretaris Yatutim

Sementara, 11 siswa kelas VI telah dipindahkan ke SD Waiha untuk bisa mengikuti ujian.

Pemindahan siswa ini disebutnya berdasarkan permintaan Kabid SD Dinas Pendidikan Sumba Barat Daya, NTT.

“Jadi tinggal 62 anak. Dan NIK mereka berbeda-beda. Karena ada permintaan dari Pak Kabid jadi kita pindahkan di SD Waiha saat ujian,” katanya lagi.

Pdt.Samuel menegaskan, data-data siswa di SD Wailangira bukan data fiktif. Sebagai bentuk kepercayaan masyarakat, saat ini sudah ada calon siswa baru yang mau mendaftar di sekolah tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!