Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026 Kabupaten Sumba Barat Daya: Pertumbuhan Ekonomi Naik 4,60 Persen

Rian Marviriks Storintt.id
Perekonomian masih ditopang oleh sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, namun pertumbuhan perdagangan, transportasi, informasi dan komunikasi, industri pengolahan, serta akomodasi dan makan minum menunjukkan adanya proses diversifikasi ekonomi.

Di tengah dinamika ekonomi global dan nasional, Kabupaten Sumba Barat Daya menunjukkan fondasi ekonomi yang terus berkembang. PDRB atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp3,89 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp5,29 triliun pada tahun 2025.

PDRB atas dasar harga konstan juga meningkat dari Rp2,36 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp2,74 triliun pada tahun 2025. Perkembangan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan kapasitas produksi daerah semakin meningkat.

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumba Barat Daya juga memperlihatkan tren yang menggembirakan.

Setelah berada pada angka 2,09 persen pada tahun 2021, pertumbuhan meningkat menjadi 3,84 persen pada tahun 2022, 3,07 persen pada tahun 2023, 3,89 persen pada tahun 2024, dan mencapai 4,60 persen pada tahun 2025.

Capaian ini menunjukkan bahwa ekonomi daerah semakin mampu mengikuti pemulihan ekonomi regional dan nasional.

Perekonomian masih ditopang oleh sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, namun pertumbuhan perdagangan, transportasi, informasi dan komunikasi, industri pengolahan, serta akomodasi dan makan minum menunjukkan adanya proses diversifikasi ekonomi.

Tutup
error: Content is protected !!