Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

SPPG Dapur Mandiri Memastikan Bahan Baku yang Diolah Sehat

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi(SPPG), Dapur Mandiri Langgalero, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya memastikan bahan baku yang digunakan dalam menu Makan Bergizi Gratis(MBG) sehat.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi(SPPG), Dapur Mandiri Langgalero, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya memastikan bahan baku yang digunakan dalam menu Makan Bergizi Gratis(MBG) sehat.

Hal itu dipastikan oleh Ahli Gizi SPPG Dapur Mandiri, Yulius Adipapa dalam konferensi pers, Selasa(11/11/2025). Apalagi, kata dia, sebelum MBG didistribusikan ke sekolah, pihaknya terlebih dahulu mencicipi makanan tersebut untuk memastikan bebas dari berbagai virus.

Menurutnya, bahan baku yang digunakan dalam proses ini dipesan sehari sebelum pengolahan. Misalnya, MBG untuk keesokan hari, bahan bakunya dipesan hari ini. Sedangkan bahan baku didatangkan dari petani atau peternak lokal.

Dalam proses pengadaan, jika ditemukan bahan baku yang rusak atau busuk, maka bahan baku tersebut ditolak. SPPG Mandiri juga memastikan bahwa bahan baku tersebut masih melalui berbagai proses sebelum di olah oleh karyawan dapur.

Baca Juga  Penjelasan BKPSDM SBD Soal 600 Peserta PPPK yang TMS Pada Tahap I Tetapi Ikut Seleksi di Tahap II

“Kami pastikan bahan baku yang digunakan sehat karena benar-benar disteril. Kalau ada yang busuk atau tidak layak kami tolak,” kata Yulius.

Selain itu, SPPG Mandiri Langgalero juga melakukan berbagai upaya pencegahan sebelum MBG dikonsumsi oleh siswa. Salah satunya, mereka selalu mengingatkan siswa-siswi supaya jangan mengonsumsi jika ada makanan yang sudah basi.

Edukasi itu sebagai wujud keseriusan SPPG Mandiri Langgalero dalam menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto serta menghindari “kecelakaan” ketika MBG tersebut dikonsumsi.

Bahkan, kata dia, sebelum didistribusi, pihak SPPG Dapur Mandiri Langgalero terlebih dahulu mencicipi makanan tersebut untuk memastikan dalam keadaan layak dikonsumsi.

Baca Juga  Siswa SBD Keracunan MBG, Bruder Alfridus: Kami Bukan Didik Hewan, Sapi dan Babi, Kita Pertimbangkan Menolak Atau Lanjut

“Selama ini, kami sudah lakukan berbagai upaya pencegahan. Kami juga selalu mengingatkan adik-adik di sekolah supaya jangan makan, kalau ada makanan yang basi. Kalau dengan persoalan kemarin, tim kami menyampaikan tidak ada keluhan, tapi kami tidak membayangkan, kalau dugaan keracunan menu MBG yang kami distribusi terjadi di hari Selasa ketika adik-adik konsumsi di hari Senin,” ungkap Yulius.

Dengan kejadian kemarin, Yulius berjanji akan lebih teliti dalam mengamati berbagai jenis bahan baku yang digunakan. Meskipun selama ini, ia sudah menjalankan tugas sesuai SOP.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!