TERBONGKAR! Soal PIP, Siswa di SDN Wee Dindi Wetim Punya Rekening BRI Padahal Tidak Pernah Membuat
TIMEXNTT – Seorang Siswa kelas VI SD Negeri Wee Dindi, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur memiliki rekening yang tidak pernah dibuat olehnya.
Rekening yang diperuntukan proses pencairan bantuan PIP menjadi misterius karena yang bersangkutan merasa tidak pernah mendapat rekomendasi dari pihak sekolah untuk membuka rekening di Bank BRI.
Ia tidak mengetahui pihak mana yang sudah menirukan tanda tangan dalam pembuatan rekening BRI tersebut.
Kepada timexntt.id, seorang wali siswa kelas VI SD Negeri Wee Dindi, Axelsivianus Umbu Zaza mempertanyakan pembuatan rekening atas nama ponakannya.
Axelsivianus mengetahui aktivasi rekening atas nama ponakannya berhasil dilakukan untuk proses pencairan bantuan PIP ketika menelusurinya dimesin pencairan google melalui situs https://pip.kemdikbud.go.id/home_v.
Dilink itu, Axel menelusurinya dengan memasukan identitas ponakannya yang sedang duduk dibangku kelas VI SD Negeri Wee Dindi.
Disitu, Axel mengetahui bahwa ponakan kandungnya ternyata sebagai salah satu siswa yang terdaftar sebagai penerima bantuan Program Indonesia Pintar(PIP).
“Saya cari dilink PIP. Saya coba masukan NIM ponakan ternyata namanya sudah ada dan terdata. Dia(siswa kelas VI) ponakan kandung saya tidak pernah ada rekomendasi dari sekolah untuk membuka buku rekening BRI untuk pencairan dana PIP,” ngaku Axelsivianus yang akrab disapa Axel ketika menghubungi timexntt.id, Senin(23/12/2024) via telefon whatsap.

Axel menjelaskan, sejak tahun 2020, ponakannya terdata sebagai penerima PIP. Namun, berdasarkan keterangan dalam link PIP itu, ponakannya baru bisa menerima bantuan itu di tahun 2021. Dilink itu jelas bahwa aktivasi rekening sudah berhasil.
Berselang satu tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2023, Axel menyebut ponakannya seharusnya menerima lagi bantuan PIP. Namun karena belum aktivasi rekening, dana dikembalikan.
“Masuk lagi di tahun 2023, ponakan saya ini sebenarnya sudah menerima lagi namun karena belum ada aktivasi rekening dananya dikembalik ke khas Negara sesuai keterangan di link PIP,” jelas Axel.
Pada tahun 2024, proses pencairan bantuan PIP yang menjadi hak dari ponakan Axel ternyata kembali dicairkan. Pencairan itu dilakukan pada bulan November lalu.
Kendati mengetahui akan hal itu, Axel merasa terkejut karena ponakannya tidak pernah melakukan pembuatan rekening BRI. Namun, proses pencairan tetap terjadi dengan mengatasnamakan ponakannya.
“Masuk tahun 2024, dia pencairan bulan November baru-baru ini, tapi disitu nomor rekeningnya status sudah aktif dananya sudah dicairkan. Anehnya, ponakan saya tidak pernah buat rekening tapi dananya cair, siapa yang sudah membuka buku rekeningnya?,” heran Axel penuh tanya.
Untuk diketahui, ponakan kandung dari Axel tidak pernah menerima bantuan PIP yang walaupun ada pihak yang tak bertanggungjawab dalam membuat rekening BRI dengan mengatasnamakan ponakan Axel demi kelancaran proses pencairan dana tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, timexntt.id masih melakukan upaya konfirmasi di pihak sekolah di SD Negeri Wee Dindi, Kecamatan Wewewa Timur.***
1 Komentar
masukan: Coba telusuri secara diam-diam semua sekolah dari SD hingga SLTA di SBD maupun semua sekolah di semua kabupaten yang ada di NTT. Bisa-bisa ada bermilyar yang diselewengkan. Terima kasih