Unmaris Weetebula Respon Soal Keluhan Mahasiswa: 25 Mei Kita Wisudakan
STORINTT – Pihak Universitas Stela Maris Sumba(Unmaris) Weetebula, Kabupaten Sumba Barat Daya merespon keluhan mahasiswa soal jadwal wisuda yang belakangan ini dinilai belum ada kepastian.
Keluhan yang dituangkan melalui pamflet tersebut telah beredar luas di media sosial, hingga menuai beragam tanggapan. Dalam pamflet itu, mahasiswa menuliskan kalau sedang tertekan dan orangtua kecewa.
Dikonfirmasi, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Santo Yosep Freinademetz, Dra.Lidya Dunga Poety M.M mengatakan, pihaknya segera mewisudakan 328 mahasiswa setelah pelantikan rektor defenitif yang baru.
Dra.Lidya menjelaskan, proses wisuda belum bisa dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan karena saat ini masih menunggu pelantikan rektor defenitif.
Ia mengakui bahwa pada 11 Mei sudah dijadwalkan untuk pelantikan rektor defenitif yang baru, Prof. Dr. Aloysius Liliweri, MS, kemudian dilanjutkan dengan proses wisuda pada 20 Mei. Namun, karena berbagai halangan, pelantikan pun harus diundur, termasuk acara wisuda.
Kendati demikian, kata dia, pada 23 Mei mendatang, Unmaris Weetebula akan melantik Prof.Aloysius Liliweri sebagai rektor definitif. Setelah itu, pada 25 Mei, proses wisuda akan dilangsungkan.
Sementara itu, mahasiswa yang diwisudakan terdiri dari Program Studi Teknik Informatika dan Program Studi Manajemen Informatika.
“Jadi diundur karena kita masih menunggu pelantikan rektor definitif, sehingga ijasah calon wisudawan bisa ditandatangani oleh rektor definitif. Tidak ada niat menyusahkan orangtua, bahkan mahasiswa. Tanggal 25 kita langsungkan proses wisuda. Kita tidak mau mewisudakan mahasiswa,” kata Dra.Lidya, Senin(18/05/2026).
Lebih lanjut, dikesempatan itu juga, Dra.Lidya menerangkan bahwa sesuai aturan, Plt rektor tidak mempunyai kewenangan untuk menandatangani ijasah wisudawan, sehingga ia meminta supaya mahasiswa bisa bersabar.
Tentunya, kata dia, Unmaris Weetebula sedang berupaya untuk mempersiapkan para mahasiswa sebagai sarjana yang mempunyai SDM yang baik demi bisa bersaing dalam dunia kerja. Bukan hadir untuk mempersulit, apalagi membuat oara orangtua kecewa.
“Harus bersabar, tanya baik-baik kenapa diundur. Kita sementara berjuang, supaya ijasah ditandatangan oleh seorang profesor,” katanya lagi.***