Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

UPDATE! Tanaman Jagung Warga SBD yang Jadi ‘Tumbal’ Proyek Rp300 Juta, PPK Akui Ada Temuan di Lapangan

Benar saja, Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) atas pekerjaan yang menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus(DAK) mengakui adanya temuan ketika melakukan monitoring di lokasi tersebut.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Proyek pekerjaan Jalan Usaha Tani(JUT) di Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya dengan anggaran Rp300 juta memasuki babak yang baru.

Benar saja, Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) atas pekerjaan yang menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus(DAK) mengakui adanya temuan ketika melakukan monitoring di lokasi tersebut.

Terkonfirmasi, PPK pada Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya yang namanya enggan disebutkan mengatakan, dirinya bersama Kabid PSP telah melakukan monitoring di lokasi jalan usaha tani yang berada di Dusun Pancasila, Desa Kabali Dana.

“Betul, tadi saya bersama Kabid PSP sudah turun monitoring sekaligus mengajak ketua kelompok Tunas Baru,” ngaku PPK itu ketika dikonfirmasi, Senin(10/02/2025).

Hasil dari monitoring itu, ia mendapati genangan di lahan tanaman jagung warga. Ia menyebut temuan itu sebagai catatan khusus yang wajib ditindaklanjuti oleh kelompok tani Tunas Baru.

Baca Juga  Soal Jalan Usaha Tani Kabali Dana Pengawasan PPK dan Dinas Pertanian SBD Dipertanyakan, Anggaran Rp300 Juta

Menurutnya, di titik itu perlu ditambahkan deker dan tembok penahan untuk menyelamatkan tanaman warga dari genangan air.

Bukan hanya itu, PPK juga mengakui mendapati deker terbuat dari pipa yang dilapisi sirtu. Ia juga mengaku menemukan beberapa titik badan jalan yang sudah ditumbuhi rumput liar.

“Tadi saya sudah melihat secara langsung genangan air di kebun itu dan dilihat juga oleh ketua poktan. Dan saya sudah jadikan catatan supaya ditindaklanjuti. Saya bilang tambahkan deker dan tembok penahan,” sebutnya.

Dengan temuan itu, Ketua Poktan, masih kata PPK bersedia menambahkan deker dan tembok penahan. Namun dimintanya akan dikerjakan setelah musim hujan.

Baca Juga  Pernah Membeli Sepeda Motor, Kelompok Tani Persada Kabali Dana Kembali Tanam Cabai

PPK pada Dinas Pertanian juga menegaskan, pihaknya akan segera turun kembali bersama Inspektorat untuk melakukan monitoring sekaligus membuat surat pernyataan tentang jawaban ketua poktan.

“Hanya saja dia(ketua poktan) minta waktu karena saat ini kondisi hujan. Nanti kami akan turun lagi dengan pihak inspektorat sekalian dia(ketua poktan) membuat surat pernyataan untuk menyelesaikan pekerjaan,” tambahnya.

Selain itu, PPK juga akan segera menyurati Inspektorat Sumba Barat Daya atas temuan yang terjadi di lapangan.

Namun demikian, ,belum diketahui kapan PPK menyurati Inspektorat. Sebab, kata dia, saat ini masih dalam menjalankan tugas mengikuti musrembangcam.

“Besok saya masih mengikuti musrembanhcam di Kecamatan Wewewa Utara. Nanti saya akan sampaikan kalau kami sudah bersurat di Inspektorat,” imbuhnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!