Wartawan Ingin Konfirmasi Soal Kasus Rudapaksa, Oknum Anggota Polres SBD Malah Tanya Kedekatan dengan Pelaku
TIMEXNTT – Tindakan tak terpuji diperlihatkan oleh seorang oknum anggota Polres Sumba Barat Daya terhadap wartawan yang hendak konfirmasi soal penanganan kasus rudapaksa yang terjadi beberapa minggu lalu di Desa persiapan Wullu Manu, Kecamatan Kota Tambolaka.
Awalnya, Wartawan Galerisumba.com, Yulius A. Papa sedang menjalankan tugas jurnalis dalam menelusuri tindaklanjut kasus rudapaksa yang baru-baru ini menghebohkan warga Sumba Barat Daya, NTT.
Sayangnya, ketika masuk di ruangan Unit PPA untuk menunggu Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Yulius malah mendapat perlakuan dari seorang oknum anggota yang sedang berada di dalam ruangan tersebut.
Saat itu, Yulius menyilangkan kaki sebagai tanda santai dalam menanti kedatangan Kasat Reskrim yang sebelumnya meminta dirinya untuk menunggu.
Oknum anggota itu dinilai merasa terganggu dengan posisi duduk Yulius hingga menegur supaya sopan ketika berada di ruangan Unit PPA. Mendengar teguran itu, Yulius pun menuruti tanpa ada perlawanan.
“Kasih turun kaki itu. Yang sopan sedikit. Sama toh kalau ke rumahnya ama, saya juga harus sopan,” kata Yulius dalam menirukan teguran oknum anggota tersebut.
Mirisnya lagi, oknum anggota itu mencecar pertanyaan hingga menanyakan kedekatan Yulius terhadap pelaku rudapaksa.
“Ada hubungan dengan pelaku?” tutur Yulius dalam menirukan pertanyaan oknum anggota Polres Sumba Barat Daya itu.
Yulius pun menyayangkan pertayaan oknum anggota Polres Sumba Barat Daya itu yang terkesan tidak menghargai etikat baik kerja-kerja jurnalis dalam menelusuri sebuah persoalan yang tengah ditangani.
“Saya hadir sebagai wartawan. Tentu saya tahu batasan dan sangat menghargai kerja saya. Tidak mungkin saya lindungi pelaku walaupun itu keluarga saya sendiri karena itu sikap profesional saya. Apalagi saya tidak kenal dengan pelaku. Saya hanya mau kasusnya bisa diketahui publik,” ujarnya.***
Tinggalkan Balasan