Pernah Diklaim Paket Rakyat, Kini Demokrat Milik Gustaf SLD, Misteri Head To Head di SBD Terjawab
TIMEXNTT – Semakin menghangat. Pilkada SBD yang awalnya sudah dipastikan akan head to head kini terbantahkan.
Tentunya, kompetisi merebut kekuasaan di Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD), Nusa Tenggara Timur(NTT) sungguh memantik pandangan publik.
Bagaimana tidak, hampir seluruh kalangan masyarakat sudah hampir memastikan bahwa Pilkada SBD hanya diikuti oleh kedua kandidat. Ratu Ngadu Bonu Wulla Talu – Dominikus Alphawan Rangga Kaka dan pasangan Fransiskus Marthin Adilalo – Yeremia Tanggu.
Keyakinan publik semakin menguat ketika sejumlah partai politik yang memperoleh kursi di DPRD SBD sudah nyatakan dukungan secara terbuka kepada kedua kandidat tersebut.
Namun, siapa menyangka bahwa dalam politik tidak bisa ditebak begitu saja. Berbagai spekulasi yang terjadi harus terkuburkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi beberapa hari lalu.
Putusan itupun membuat para bakal calon yang sudah sempat harapannya pupus untuk merebut karpet merah pada bulan November di Kabupaten Sumba Barat Daya kembali punya semangat yang membara untuk berjuangan.
Menariknya lagi, Demokrat SBD seolah-olah sudah mengetahui bahwa akan ada peluang dalam mengusung kadernya sendiri sebagai calon orang nomor satu. Sehingga harus menahan diri dan belum kunjung mendukung bakal calon manapun.
Bahkan, partai berlogo mercy pernah diklaim oleh paslon lain. Hal itu diyakini pula bahwa Demokrat akan memberi dukungan mengikuti partai lain yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju(KIM).
Dengan keyakinan bahwa Dmokrat akan bersama KIM, Paket Rakyat sampai mengibarkan bendera Demokrat dan dibahlio dalam kegiatan itu logo partai Demokrat turut terpasang.
“Karena memang kita belum dapat informasi dari sana untuk wakili. Secara pribadi memang ada undangan. Tetapi secara organisasi memang belum ada perintah dari sana,” kata wakil ketua DPC Demokrat SBD, Imanuel Horo kala itu ketika pasangan Fransiskus M Adilalo – Yeremia Tanggu atau Paket Rakyat melakukan temu jumpa dengan pendukung bersama partai pendukung lainnya.
DPP Demokrat Dukung Kader Partai Sebagai Calon Bupati Sumba Barat Daya
Tanggal 27-29 Agustus 2024, KPU SBD akan langsungkan pendaftaran bakal calon bupati dan calon wakil bupati periode 2024-2029.
Dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi, Demokrat SBD pun menunjukan keseriusannya bahwa kader-kader partai layak memimpin Kabupaten Sumba Barat Daya untuk 5 tahun ke depan.
Tidak main, Agustinus Tamo Mbapa atau yang akrab disapa Gustaf itu mendapat mandat dari DPP Demokrat untuk maju sebagai calon Bupati SBD. Ia akan didampingi Ketua Yayasan Tunas Timur(Yatutim), Soleman Lende Dappa.
Kendati peroleh SK B1 KWK dari DPP Demokrat, Gustaf – SLD belum bisa tidur nyenyak. Mereka harus mendapat dukungan dari partai non parlemen guna memenuhi persyaratan maksimum KPU SBD sesuai putusan MK.
Dikabarkan, partai non parlemen seperti PPP dan PSI akan berlabuh ke Gustaf – SLD. Jika itu terjadi maka pasangan itu dapat dipastikan dapat berkompetisi di Pilkada SBD. Dengan demikian, misteri head to head akan terjawab.
Perlu diketahui, pada pileg bulan Februari lalu, PPP peroleh 5.334 suara. Akan tetapi PPP dan beberapa partai non parlemen lainnya sudah nyatakan dukungan kepada Ratu Angga.
Sedangkan PSI yang juga gagal menuju DPRD SBD, peroleh 8.595 suara. Walau gagal ke DPRD SBD, PSI sudah mendukung Paket Rakyat.
Apakah pasangan Gusaf – SLD dapat merebut beberapa partai non parlemen itu guna melancarkan pencalonan mereka? Atau hanya mendapat dukungan dari Demokrat?***
Tinggalkan Balasan