Provinsial SVD Ende Angkat Bicara Terkait konflik Penggusuran Secara Paksa Oleh Pemerintah
STORINTT – Provinsial SVD Ende angkat bicara terkait penggusuran paksa rumah warga di Jalan Irian Jaya, Kelurahan Potu Lando, kecamatan Ende tengah yang berlangsung pada Senin(04/05/2026) baru-baru ini.
Provinsial SVD Ende memberi penjelasan itu melalui surat yang ditandatangani oleh superior Provinsial SVD Ende , Pater Eman Embu sebagaimana yang diperoleh storintt.id, Rabu(06/05/2026).
Berdasarkan isi surat tersebut, Pater Eman Embu menjelaskan, sebelum penggusuran dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ende, dirinya sudah bertemu korban pada tanggal 23 Februari 2026 di Ende dan terakhir pada 03 Mei 2026 di Maumere, pertemuan itu berlangsung sehari menjelang penggusuran.
“Dalam pertemuan-pertemuan itu kami bersama-sama mencari jalan untuk mengatasi kesulitan yang sedang mereka alami,” tulis Pater Pater Eman Embu.
Dalam pertemuan yang paling akhir di Maumere pada 3 Mei 2026 lalu, keluarga korban meminta agar ada perwakilan SVD yang hadir jika Pemda benar melakukan penggusuran.
Untuk itu, Pater Pater Eman Embu menugaskan dua imam SVD, yaitu Pater Raymond Lorenzo Eureka (Erik) dan Pater Yosef Meda, untuk berada bersama mereka dan meminta agar penggusuran itu ditunda dan didialogkan lagi, tetapi Pemda Ende tetap pada rencananya dan melakukan penggusuran.